PERFORMANCE ART GRESIKTEATER
“AIRMATA TANAH”
Teater ruang publik mencoba menggali makna demokrasi lewat proses teater, yang tercermin dalam partisipasi massa , audience, apresian, dan pekerja teater dalam sebuah peristiwa teater. Teater ruang publik mencoba memaknai ruang kota sebagai bagian dari peristiwa sosial yang tidak terelakkan oleh berbagai kepentingan yang bersilang sengkarut dengan hak-hak partisipasi masyarakat.
Kami seolah mendapat angin segar dalam menggali nuansa kreativitas berkesenian, yang mengambil inspirasi dari kesaksian kami akan pencemaran tanah, sehingga kegelisahan tumbuh kembang di ranah ide. Adapun ide tak akan pernah sampai kalau hanya berhenti pada pikir dan celoteh saja. Betapa diperlukannya visualisasi akan kegundahan dan perenungan, yang melahirkan bentuk estetis yang kemudian kami beri nama“AIRMATA TANAH”.
Adapun berbagai perenungan kami dalam mencapai proses kreatif yang berasumsi bahwa “lahan-lahan sawah, tambak dan garam diberantas menjadi pergudangan, pohon–pohon penetralisir tumbang menjadi bisnis kayu yang menjanjikan, pegunungan dipangkas sebagai bahan mentah untuk produksi bahan-bahan kimia, dan limbah industri mengalir dari sungai ke laut. Pasir-pasir pantai telah berubah bercak-bercak kehitaman. tanah tempat menggais hidup terjangkit penyakit dan kecanduan pupuk dan telah bercampur aduk dengan limbah. Udara telah bercampur dengan adonan debu, sebuah kehidupan yang carut-marut, realita yang tak berdaya”
Perihal itulah yang menjadi latar belakang Performance Art yang kami sajikan sebagai salah satu dari Teater di Jawa Timur”,yang dipilih oleh Penyelenggara teater ruang publik Festival Seni Surabaya 2010 Komplek Balai Pemuda Surabaya Jl. Pemuda 15 Surabaya, yang di dikuti oleh 12 komunitas yang terlaksana mulai tanggal 19-21 Oktober 2010.
Dalam menggapai bentuk dan realisasi proses, media yang digunakan sebagai visualisasi artistik, adalah Tanah yang ada di daerah Gresik. Tanah merah sebagai lahan perkebunan, tanah lumpur sebagai lahan tambak ikan dan garam, pasir putih di pesisir. Tanah gamping atau tanah yang berasal dari pegunungan kapur. Tanah-tanah itulah yang akan kami digunakan sebagai media ekplorasi kegelisahan dan kesaksian akan realita yang kami alami.
Pencapaian artistik dan nuansa berkesenian yang kami sampaikan melalui performance art ini berharap akan kesadaran dari berbagai pihak bahwa tanah tempat kita berpijak dan mengais hidup sudah tak sehat lagi. Sehingga melahirkan kesadaran bahwa semakin ekstrim dalam mengeksploitasi tanah adalah sebuah bunuh diri perlahan-lahan.
Kami di sini adalah GresikTeater, yang bersepakat bahwa Teater adalah medium sekaligus ruang ekspresi kehidupan. Setiap pribadi merupakan sumber kreasi, pun memiliki nilai artistik dalam tubuh dan jiwanya. Masing-masing pribadi butuh jalinan komunikasi dan bernaung dalam satu rumah kehidupan. Kesamaan dan kebersamaan kami terwujud dalam memberi warna pada Gresik dalam berestetika dan berkebudayaan yang membaur dan melestari alam sebagai mata air kehidupan.
Adapun Pentasan Performent Art akan dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 21 Oktober, pukul 19.30 di halaman Balai Pemuda Surabaya jl. Pemuda 15 Surabaya oleh Gresik Teater yang disutradarai oleh: Zakariya Actor: Agus, Zayang, Punk, Ilham, Ivan, Yudi. Program Manager: Moh. Yusuf, Ass. Program Manager: Rakai Lukman, KeRumah Tanggaan: Vika, Ocha, Esti, Crew Teknik: Dicky Panca Aulia, Builder Maintance Sett: Dodi’ S (Otek), Arif Gotank, Dokumentasi: Wahyu, SuperVisi: Ibrahim DR. Ahmad Ubaidillah, Arief Kriyeng’ Hidayat.



0 comments:
Post a Comment